Powered By Blogger

Jumat, 23 November 2012

Dampak IFRS di Indonesia (BI-01-SS-12)


Pengertian IFRS.
IFRS merupakan standar akuntansi internasional yang diterbitkan oleh International Accounting Standard Board (IASB). Standar Akuntansi Internasional (International Accounting Standards/IAS) disusun oleh empat organisasi utama dunia yaitu Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB), Komisi Masyarakat Eropa (EC), Organisasi Internasional Pasar Modal (IOSOC), dan Federasi Akuntansi Internasioanal (IFAC).
Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB) yang dahulu bernama Komisi Standar Akuntansi Internasional (AISC), merupakan lembaga independen untuk menyusun standar akuntansi. Organisasi ini memiliki tujuan mengembangkan dan mendorong penggunaan standar akuntansi global yang berkualitas tinggi, dapat dipahami dan dapat diperbandingkan (Choi et al., 1999 dalam Intan Immanuela, puslit2.petra.ac.id)
   Indonesia akan mengadopsi IFRS secara penuh pada 2012 nanti,. Dengan mengadopsi penuh IFRS, laporan keuangan yang dibuat berdasarkan PSAK tidak memerlukan rekonsiliasi signifikan dengan laporan keuangan berdasarkan IFRS. Namun, perubahan tersebut tentu saja akan memberikan efek di berbagai bidang, terutama dari segi pendidikan dan bisnis.

Dampak IFRS terhadap dunia pendidikan
Dampak IFRS untuk bidang pendidikan antara lain :
  1. Perubahan mind stream dari rule-based ke principle-based
  2. Banyak menggunakan professional judgement
  3. Banyak menggunakan fair value accounting
  4. IFRS selalu berubah dan konsep yang digunakan dalam suatu IFRS dapat berbeda dengan IFRS lain
  5. Semakin meningkatnya ketergantungan ke profesi lain.
  6. Perubahan text-book dari US GAPP ke IFRS.
Dampak IFRS terhadap dunia bisnis
Selain dampak terhadap dunia pendidikan IFRS juga menimbulkan dampak positif dan negatif terhadap dunia bisnis. Berikut ini adalah berbagai dampak yang ditimbulkan dari program konvergensi IFRS yang disampaikan dalam seminar setengah hari IAI dengan topik “Dampak  IFRS terhadap Bisnis” yang diselenggarakan pada tanggal 28 Mei 2009 kemarin :
  1. Akses ke pendanaan internasional akan lebih terbuka karena laporan keuangan akan lebih mudah dikomunikasikan ke investor global.
  2. Relevansi laporan keuangan akan meningkat karena lebih banyak menggunakan nilai wajar.
  3. Disisi lain, kinerja keuangan (laporan laba rugi) akan lebih fluktuatif apabila harga-harg fluktuatif.
  4. Smoothing income menjadi semakin sulit dengan penggunakan balance sheet approach dan fair value.
  5. principle-based standards mungkin menyebabkan keterbandingan laporan keuangan sedikit menurun yakni bila penggunaan professional judgment ditumpangi dengan kepentingan untuk mengatur laba (earning management).
Dampak penerapan IFRS bagi perusahaan sangat beragam tergantung jenis industri, jenis transaksi, elemen laporan keuangan yang dimiliki, dan juga pilihan kebijakan akuntansi. Ada yang perubahannya besar sampai harus melakukan perubahan sistem operasi dan bisnis perusahaan, namun ada juga perubahan tersebut hanya terkait dengan prosedur akuntansi. Perusahaan perbankan, termasuk yang memiliki dampak perubahan cukup banyak. Perubahan tidak hanya dilakukan pada tingkat perusahaan, namun perlu juga ada perubahan peraturan Bank Indonesia, contohnya tentang penyisihan atas kredit yang disalurkan.
Perusahaan BUMN tidak dapat mengelak untuk menerapkan IFRS. Sebagai perusahaan yang memiliki akuntabilitas publik signifikan, BUMN dipersyaratkan oleh regulasi untuk menyusun laporan keuangan berdasarkan standar. Untuk dapat mengimplementasikan IFRS perusahaan harus menyiapkan sumber daya manusia dan dana yang cukup untuk melakukan pemutakhiran sistem dan SOP yang saat ini telah ada. Komitmen pimpinan perusahaan diperlukan untuk mendukung proses implementasi IFRS tersebut. Besarnya komitmen pimpinan terkadang dipengaruhi oleh kepedulian stakeholder pengguna laporan keuangan. Kementerian BUMN sebagai stakeholder utama BUMN sangat mempengaruhi bagaimana proses implementasi PSAK baru ini dalam perusahaan.
Perusahaan dalam industri sejenis dapat merumuskan dampak perubahan standar ini secara bersama-sama sehingga lebih efisien, Standar yang bersifat principles based dapat diturunkan dalam bentuk pedoman akuntansi untuk industri spesifik yang dapat dijadikan acuan dalam penyusunan laporan keuangan perusahaan dalam industri tersebut
Sumber: .

Indonesia menuju green ekonomi (BI-01-SS-12)


(RRI) Palangka Raya, 14 November 2012. Kemitraan-patnership dan yayasan perspektif baru-YPB bekerjasama mensosialisasikan dan mendorong penerapan ekonomi hijau di indonesia melalui sektor kehutanan melalui program RED plus dengan diskusi terbatas memperkuat REDD+ menuju green ekonomi hijau hal ini dilakukan karena kalimantan tengah menjadi salah satu dari 8 propinsi percontohan untuk REDD+ menuju ekonomi hijau.
Ketua yayasan perspektif baru Wimar witular mengatakan kalimantan tengah merupakan 1 dari 8 propinsi yang telah menerapkan program REDD+ melalui kesepakatan dengan satgas REDD+ dengan melakukan program,proyek dan kegiatan strategis untuk implementasi REDD+ dalam upaya penyempurnaan tata kelola hutan dan lahan gambut antar melalui penataan perizinan dan percepatan pengukuhan kawasan hutan di kalimantan tengah.
Meski dikalimantan tengah ungkap Wimar witular program REDD+ merupakah langkah awal yang dilakukan pemerintah pada sektor kehutan yang mulai diarahkan sebagai jalan mewujudkan ekonomi hijau yang tumbuh dan memberikan lapangan kerja serta mengurangi kemiskinan ,tanpa mengabaikan perlindungan lingkungan seperti ekosistem dan keragaman hayati serta mengutamakan keadilan sosial meski dikalimantan tetap terjadi masalah kebakaran hutan dan konflik lahan yang menjadi hambatan dan tantangan yang harus diatasi dalam penerapan REDD+ menuju ekonomi hijau di kalimantan tengah.
Sementara itu sekda kalteng SIUN JARIAS mengatakan bernagai permasalah yang menjadi kendala dan hambatan pada pelaksanaan program REDD+ adalah persoalan ketidak pastian penguasaan lahan karena pada dasarnya semua pihak baik pemerintah,masyarakat setempat maupun pihak swasta berkepentingan terhadap adanya kepastian untuk memperoleh akses dan menguasai lahan maupun sumberdaya alam lainnya.
Untuk itu ungkap SIUN JARIAS adanya kepastian kepemilikian dan penguasaan lahan dan terlindungnya kawasan hutan dari kebakaran harus menjadi prioritas semua pihak agar pelaksanaan REDD+ menuju ekonomi hijau dapat berjalan dengan baik.
Kelompok kerja strategi nasional REDD+ Mubariq Ahmad mengatakan adanya kepastian kepemilikan dan penguasaan lahan dapat menghindari terjadi konflik agrarian merupakan jembatan agar pelaksanaan dari ekonomi hijau dapat berjalan dengan baik hal ini sesuai kesepakatan dari BPN dan kementrian kehutanan dalam penataan hak-hak tenurial lahan hutan.
Asisten deput I VI unit kerja presiden bidang pengawasan dan pengendalian pembangunan –UKP4 bidang hukum RIFQI ASSEQAF mengatakan penanganan konflik oleh masing-masing kementrian/lembaga belum mampu menangani akar masalah konflik.
Dalam diskusi terbatas memperkuat REDD+ menuju green ekonomi hijau yang diselenggarakan perspektif baru dan kemitraan patnership menghadirkan narasumber komda REDD+ sekda kalteng SIUN JARIAS ,kelompok kerja strategi nasional REDD+ MUBARIQ AHMAD dan asisten diputi VI unit kerja presiden bidang pengawasan dan pengendalian pembangunan UKP4 bidang hukum RIFQI ASSEGAF dipandu langsung oleh moderator wimar witoelar dari yayasan perspektif yang dihadiri perwakilan SKPD kota maupun propinsi juga kalangan media cetak ,elektronik dan para pengamat lingkungan kalimantan tengah. (BL/GR)

Sumber:

Kebutuhan Softskill yang di butuhkan oleh seorang Akuntan (BI-01-SS-12)


Hardskill dan Softskill  memang sangat diperlukan di setiap pekerjaan tak terkecuali bagi seorang akuntan.
Berikut ini adalah penjelasan dari hardskill & softskill
Hardskill adalah keterampilan yang nyata, terukur, analitis, dengan hak yang jelas yaitu apa yang kebanyakan orang menganggapnya sebagi tulang punggung keberhasilan. Contoh yang termasuk hardskill kemampuan ilmu pengetahuan, seperti rekayasa dan karya ilmiah, akuntansi, pemrograman, keterampilan teknis, dan keterampilan administrative (Richards Jan, 2011). Sedangkan Softskill adalah hal yang bersifat halus dan meliputi keterampilan psikologis, emosional dan spiritual. Tidak ada kesepakatan tunggal tentang makna softskill. Menurut Wicaksana (2010), Softskill adalah sebuah istilah dalam sosiologi tentang EQ (Emotional Intellience Quotient) seseorang, yang dapat dikategorikan menjadi kehidupan sosial, komunikasi, bertutur bahasa, kebiasaan, keramahan, optimasi. Ada pula menurut Widhiarso (2009) yang mendefinisikan softskill sebagai seperangkat kemampuan yang mempengaruhi bagaimana seseorang berinteraksi dengan orang lain. Softskill memuat komunikasi efektif, berpikir kreatif dan kritis, membangun tim, serta kemampuan lainnya yang terkait kapasitas kepribadian individu. Sesungguhnya Hardskill tanpa diikuti dengan Softskill yang baik tidak akan menghasilkan pekerjaan yang maksimal.
beberapa softskill yang dibutuhkan seorang Akuntan dan Auditor dalam melaksanakan profesinya. Yaitu sebagai berikut:
1.       Disiplin
Akuntan dan Auditor harus melaporkan dan memberikan keputusan tepat pada waktunya sesuai dengan periode yang berlaku.
2.       Ramah
Bersikap ramah kepada sesama akuntan maupun auditor serta klien mereka. Dengan keramahannya, klien akan merasa lebih comfort dalam bekerjasama dengannya.
3.       Cepat beradaptasi
Adaptasi diperlukan untuk mempermudah mereka dalam pengerjaan tugasnya. Adaptasi yang baik akan menghasilkan pekerjaan yang maksimal.
4.       Jujur
Seorang akuntan harus jujur dalam membuat laporan keuangan, tidak boleh memanipulasi angka sedangkan auditor harus memberikan keputusan yang benar.
5.       Bertanggung Jawab
Mampu mempertanggungjawabkan atas laporan keuangan yang sudah dibuat dan bertanggung jawab atas keputusan yang diberikan.
6.       Sopan
Selain ramah, seorang akuntan dan auditor juga harus memiliki sifat sopan agar terjalin kerjasama yang baik.
  7.       Teliti
Akuntan harus teliti dalam menginput angka sesuai dengan transaksi yang sudah dilakukan, sedangkan auditor harus teliti dalam mengoreksi angka yang sudah dibuat oleh akuntan.
8.       Cerdas
Akuntan harus mampu memahami sepenuhnya prinsip dan aturan yang mendasari penyiapan infomasi akuntansi, sedangkan auditor harus cerdas daam mencari bukti-bukti untuk membantunya dalam mengaudit laporan keuangan.sehingga dihasikan keputusan yang tepat.
9.       Peka
Akuntan dan Auditor harus peka terhadap lingkungan sekitar, walaupun daam melakukan pekerjaan dibutuhkan konsentrasi yang tinggi.
10.   Empati
Akuntan dan auditor memiliki kemampuan memahami, merasakan, peduli, hangat, akrab dan kekeluargaan dengan lingkungan sekitar tempat mereka bekerja.
11.   Perhatian
Hampir sama dengan empati, sifat perhatian juga harus dimiliki oleh Akuntan dan Auditor dalam bekerja.
12.   Teamwork
Dengan kerjasama yang baik, pekerjaan yang dilakukan akan sesuai dengan apa yang diharapkan bahkan bisa selesai dengan tepat waktu.
13.   Leadership
Selain sifat-sifat diatas, sifat selanjutnya yang harus dimiliki oleh seorang Akuntan dan Auditor adalah mampu menjadi seorang pemimpin dalam organisasinya. Hal ini diperlukan untuk mencapai tujuan yang sama diantara sesame Akuntan dan Auditor.
14.   Loyalitas
Akuntan dan Auditor harus loyal terhadap pekerjaannya agar apa yg dihasilkan menjadi yang terbaik.
15.   Komunikasi  
Akuntan harus berkomunikasi dengan sesama akuntan agar dalam proses pembuatan laporan keuangan menjadi lebih mudah sedangkan auditor memerlukan komunikasi yang baik dalam penyampaian keputusan yang diambil kepada kliennya.
Dengan softskill yang baik, Hardskill yang yang dimiliki akan berkembang dengan baik pula. Keduanya saling berkaitan dalam melakukan hal apapun termasuk dalam profesi Akuntan dan Auditor. Seseorang dapat menjadi seorang Akuntan dan Auditor yang sukses apabila memiliki kemampuan dan softskill yang baik seperti softskill-softskill yang sudah saya jelaskan diatas.

Sumber : http://repository.upi.edu/operator/upload/d_pu_1009675_chapter2.pdf

Senin, 22 Oktober 2012

Mobil yang Murah Salah Satu Penyebab dari Kemacetan di DKI Jakarta (BI-01-SS-12)


Mobil saat ini seakan barang yang tidak WOW!! Lagi dimata masyarakat terutama masyarakat ibu kota DKI Jakareta, karena banyak perusahaan-perusahaan otomotif yang menawar kan mobil secara kredit dan bunga cicilan yang sangat rendah, sehingga dengan DP yang kecil kita bisa memiliki mobil baru walaupun itu hanya kredit. Hal tersebut lah yang membuat masyarakat Jakarta yang memiliki ekonomi yang lumayan berlomba-lomba  ingin membeli mobil baru. Sehingga dengan demikian terjadilah kemacetan dimana-mana di karena kan banyak nya mobil-mobil di jalanan di ibu kota DKI jakarta kusus nya.

Kemacetan di ibukota DKI Jakarta tidak dapat dihindari, terutama pada titik-titik persimpangan baik di jalan-jalan protokol hingga di jalan lingkungan. Semakin hari, kemacetan di Jakarta semakin parah karena banyak nya kendaraan di jalan-jalan terutama mobil-mobil pribadi. Menurut sebuah penelitian,  kemacetan tersebut membuat masyarakat Jakarta mengalami kerugian hingga Rp 48 triliun per tahun (Detik News, 26 Nop 2008). Puncak kemacetan diperkirakan terjadi pada jam sibuk di pagi hari (sekitar pukul 6.30-9.00 WIB) dan sore hari (sekitar pukul 16.30-19.30 WIB). Kemacetan ini mengakibatkan stres yang tinggi pada pengguna jalan, meningkatnya polusi udara kota, hingga terganggunya kegiatan bisnis.
  
Bila dilihat dari Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) DKI Jakarta tahun 2010 (pasal 19, ayat 2), menyebutkan bahwa tujuan pengembangan sistem transportasi diarahkan pada komponen-komponen:
  1. Tersusunnya suatu jaringan sistem transportasi yang efisien & efektif;
  2. Meningkatnya kelancaran lalu-lintas dan angkutan;
  3. Terselenggaranya pelayanan angkutan yang aman, tertib, nyaman, teratur, lancar dan efisien;
  4. Terselenggaranya pelayanan angkutan barang yang sesuai dengan perkembangan sarana angkutan dan teknologi transportasi angkutan barang;
  5. Meningkatnya keterpaduan baik antara sistem angkutan laut, udara dan darat maupun antar moda angkutan darat; dan
  6. Meningkatnya disiplin masyarakat pengguna jalan & pengguna angkutan.
Tahun 2010 tinggal satu tahun ke depan jauhnya. Apakah kondisi ideal seperti yang diharapkan dalam RTRW DKI Jakarta ini dapat tercapai seperti yang diharapkan?

Permasalahan kemacetan di Jakarta tidak terlepas dari akar permasalahan transportasi yaitu yang dikarenakan tidak terkendalinya pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor, terutama mobil yang sangat menjamur di Jakarta, serta buruknya pelayanan sistem angkutan umum yang ada saat ini. Jumlah kendaraan bermotor saat ini jauh melebihi kapasitas jalan yang ada. Menurut data Polda Metro Jaya, penambahan mobil baru di Jakarta rata-rata 250 unit per hari, sedangkan sepeda motor mencapai 1.250 unit per hari. Pada tahun 2007, jumlah kendaraan yang melaju di jalanan Jakarta yang panjangnya hanya 5.621,5 km mencapai 4 juta unit per hari. Rata-rata pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor dalam lima tahun terakhir mencapai 9,5% per tahun, sedangkan pertumbuhan panjang jalan hanya 0,1% per tahun. Ini berarti bahwa dalam beberapa tahun ke depan, jalan di Jakarta akan tidak mampu menampung luapan jumlah kendaraan yang terus tumbuh melebihi panjang jalan yang ada. Melihat kondisi ini, maka perlulah ada pembatasan jumlah kendaraan yang melalui jalan-jalan di Jakarta agar tidak melebihi kapasitas yang mampu ditampungnya


Nama : Jhon Philip Sinulingga
NMP  : 23210754
Kelas : 3EB10

Sumber: