Powered By Blogger

Jumat, 17 Januari 2014

Proposal Skripsi mengenai "ANALISIS PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP HARGA SAHAM PT. KALBE FARMA Tbk PERIODE 2008 – 2012"


PROPOSAL SKRIPSI
Diajukan guna melengkapi syarat-syarat untuk mencapai
gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi Jenjang Strata Satu
Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma

Disusun Oleh :
Nama               : Jhon Philip Sinulingga
                                                 NPM                 : 23210754
                                                 Kelas                 :  4EB10   
                                                 Jurusan              :  Akuntansi

                                                               
                                                       

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2013



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
       Pada era globalisasi seperti sekarang ini persaingan di dunia usaha semakin ketat. Semakin banyaknya perusahaan baru yang muncul yang siap bersaing dengan perusahaan lama. Perusahaan yang tidak mampu bersaing maka tidak akan mampu bertahan dan kemungkinan besar akan tersingkir dari dunia usaha. Mengingat tujuan perusahaan adalah ingin menjalankan usahanya dalam waktu yang lama. Selain itu tujuan perusahaan adalah mencari laba sebesar besarnya untuk kesejahteraan karyawannya dan perusahaan itu sendiri. Mengingat persaingan yang semakin ketat perusahaan harus melakukan segala cara untuk terus tumbuh dan berkembang. Untuk terus tumbuh dan terus berkembang, tidaklah hal yang gampang dan harus membutuh kan dana yang cukup besar. Kondisi ini mendorong Perusahaan untuk mencari sumber pembiayaan yang dapat menyediakan dana dengan jumlah yang cukup besar yang digunakan untuk pembangunan usaha, peningkatan produksi dan kegiatan perusahaan lainnya. Dimana pasar modal lah solusi yang terbaik saat ini untuk mendapat kan dana yang cukup besar tersebut.
            Peranan pasar modal sekarang ini dirasakan semakin penting berkaitan dengan fungsi pasar modal sebagai sarana mempertemukan pihak yang membutuhkan dana dan pihak yang ingin menanamkan modalnya dalam pasar modal. Melalui pasar modal perusahaan dapat memperoleh dana baik berupa modal sendiri maupun modal pinjaman. Apabila ingin memperoleh modal sendiri maka perusahaan yang bersangkutan dapat menerbitkan saham kemudian dijual sehingga memperoleh modal sendiri. Untuk mendapatkan modal melalui penjualan saham, maka perusahaan tersebut harus mencatatkan efeknya di pasar modal melalui proses go public. Mengingat perusahaan yang telah go public adalah milik masyarakat umum yang telah menanamkan modalnya, maka perusahaan wajib menginformasikan hasil-hasil yang telah dicapai yang disajikan dalam bentuk laporan keuangan perusahaan. Laporan keuangan merupakan informasi yang sangat penting dan dibutuhkan bagi calon investor karena dari laporan keuangan inilah dapat diketahui kinerja suatu perusahaan.
            Dimana kinerja adalah ukuran keberhasilan dari setiap bisnis. Berbagai teknik pengukuran kinerja telah dikembangkan untuk memberikan gambaran yang tepat dari setiap bisnis. Kinerja manajemen dan kegiatan operasional yang baik dapat meningkatkan laba bersih sehingga membuat harga per saham menjadi tinggi. Dalam menanamkan modalnya, para investor akan mempertimbangkan dengan sebaik-baiknya ke perusahaan mana modal akan ditanamkan. Untuk mengurangi resiko investasi yang ada, para investor memerlukan informasi yang aktual, akurat dan transparan sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Perusahaan yang nantinya terpilih oleh para investor untuk menanamkan modalnya adalah perusahaan yang sehat dan mempunyai manajemen serta kinerja perusahaan yang baik. Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang secara efektif dan efisien mengkombinasikan sumber-sumber dayanya guna menerapkan strategi-strategi perusahaan. Sumber daya dalam hal ini merupakan pusat bagi setiap strategi adalah para karyawan, dimana mereka yang merencanakan dan melaksanakan strategi-strategi sebuah perusahaan. Keberhasilan suatu perusahaan dalam merencanakan dan melaksanakan strategi ditunjang oleh kinerja dari karyawan itu sendiri.
Berdasarkan penjelasan diatas, dapat dilihat kinerja perusahaan sangat penting terhadap harga saham untuk menarik para investor menanamkan modalnya pada perusahaan yang bersangkutan. Penulis tertarik untuk melakukan kajian serta penelitian lebih lanjut lagi melalui penelitian ilmiah dengan judul : ”ANALISIS PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP HARGA SAHAM PT. KALBE FARMA Tbk PERIODE 2008 – 2012”.

1.2 Rumusan Masalah dan Batasan Masalah
  1.2.1 Rumusan Masalah
1.    Bagaimana hubungan antara kinerja keuangan dengan harga saham pada  PT. Kalbe Farma Tbk. Untuk periode 2008-2012?
2.    Seberapa besar pengaruh kinerja keuangan terhadap harga saham pada PT. Kalbe Farma Tbk. Untuk periode 2008-2012?

1.2.2 Batasan Masalah
Dalam penulisan ilmiah ini, penulis akan menganalisis hubungan kinerja keuangan dengan harga saham. Untuk mendapatkan pembahasan yang lebih baik. Dalam penulisan ini penulis membatasi ruang lingkup permasalahan, sebagai berikut :
1.    Perusahaan yang di teliti adalah perusahaan yang bergerak di bidang  sektor indistri manufaktur, yaitu PT. Kalbe Farma Tbk.
2.    Ukuran kinerja keuangan yang digunakan adalah rasio profitabilitas. Adapun rasio profitabilitas yang digunakan yaitu : Net Profit Margin (NMP), Return On Assets (ROA), dan Return On Equity (ROE) bedasarkan laporan keuangan triwulan perusahan pada tahun 2008-2012, sementara sebagai variabel dependen adalah harga saham.
3.    Ukuran yang digunakan untuk mencari hubungan antara kinerja keuangan terhadap harga saham yaitu perhitungan uji kolerasi sederhana, koefisien kolerasi berganda dan regresi linier berganda untuk mencari hubungan variabel independent secara bersama-sama terhadap harga saham.

1.3 Tujuan penelitian
Berdasarkan masalah yang telah dirumuskan, tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah :
1.    Untuk mengetahui hubungan antara kinerja keuangan pada PT. Kalbe Farma Tbk.untuk periode 2008-2012 dengan harga saham.
2.    Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kinerja keuangan pada PT. Kalbe Farma Tbk.untuk periode 2008-2012 terhadap harga saham.



BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian kinerja                     
Kinerja perusahaan adalah suatu usaha formal yang dilaksanakan perusahaan untuk mengevaluasi efisien dan efektivitas dari aktvitas perusahaan yang telah dilaksanakan pada periode waktu tertentu.
Menurut Sucipto (2003 : 6) pengertian kinerja keuangan adalah penentuan ukuran-ukuran tertentu yang dapat mengukur keberhasilan suatu organisasi atau perusahaan dalam menghasilkan laba. Sedangkan menurut IAI (2007) Kinerja keuangan adalah kemampuan perusahaan dalam mengelola dan mengendalikan sumber daya yang dimilikinya.

2.2 Pengertian laporan keuangan
Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari suatu proses pencatatan, yang merupakan suatu ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan.
Pengertian laporan  keuangan menurut Munawir (2005 : 2) mengemukakan laporan keuangan sebagai berikut :
“Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat dignakan sebagai alat komunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatau perusahaan dengan pihak yang berkepentingan dengan data atau aktivitas dari perusaaan tersebut.” 
Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) (2007:7) :
”Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keungan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan labarugi, laporan perubahan posisi keuangan (yang disajikan dalam berbagaicara misalnya laporan arus kas, atau laporan arus dana), catatan danlaporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.”

                 Berdasarkan definisi-definisi yang tersebut diatas, maka dapat        ditarikkesimpulan bahwa suatu laporan keuangan berfungsi untuk:
a.    Mengetahui posisi keuangan suatu perusahaan pada kurun waktu tertentumelalui laporan historis yang secara sistematis memberikan informasi menyeluruh mengenai aktiva, hutang serta modal yang dikenal dengan nama Neraca (Balance Sheet)
b.    Mengetahui posisi keuangan suatu perusahaan pada kurun waktu tertentumelalui laporan historis yang secara sistematis memberikan informasi menyeluruh mengenai penghasilan, biaya serta laba atau rugi yang diperoleh yangdikenal dengan nama Laporan Laba Rugi (Income Statement).
c.    Mengetahui posisi keuangan suatu perusahaan pada kurun waktu tertentumelalui laporan historis yang secara sistematis memberikan informasi menyeluruh mengenai aktivitas investasi, pendanaan dan operasi selama periode pelaporan, yang dikenal dengan nama Laporan Perubahan Ekuitas (Statement of Owners Equity atau Statement of Stockholders Equity).
d.   Setiap laporan tersebut menyediakan informasi yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya namun saling berkaitan karena mencerminkan aspek yang berbeda dari transaksi-transaksi atau peristiwa-peristiwa lain yang sama.

       Penyusunan laporan keuangan disiapkan mulai dari berbagai sumber data, terdiri dari faktur-faktur, bon-bon, nota kredit, salinan faktur penjualan, laporan bank dan sebagainya. Data yang asli bukan saja digunakan untuk mengisi buku perkiraan, tetapi dapat juga dipakai untuk membuktikan keabsahan transaksi.


2.3 Pengertian Pasar Modal
      Pasar modal adalah lembaga keuangan yang mempunyai kegiatan berupa penawaran dan perdagangan efek (surat berharga). Pasar modal juga merupakan lembaga profesi yang berkaitan dengan transaksi jual beli efek dan perusahan publik yang berkaitan dengan efek. Dengan demikian pasar modal dikenal sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli modal/dana. Pasar modal merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjual-belikan, baik dalam bentuk hutang maupun modal sendiri, baik yang diterbitkan oleh pemerintah, public authorities, maupun perusahaan swasta.
      Pasar modal memiliki peran penting dalam kegiatan ekonomi. Di banayak negara, terutama di negara-negara yang menganut sistem ekonomi pasar, pasar modal telah menjadi salah satu sumber kemajuan ekonomi. Sebab, pasar modal dapat menjadi sumber dana alternatif bagi perusahaan-perusahaan. Padahal, perusahaan-perusahaan ini merupakan salah satu agen produksi, yang secara nasional akan membentuk gross domestic product (GDP). Jadi, dengan berkembangnya pasar modal, akan menunjang peningkatan GDP. Atau dengan kata lain, berkembangnya pasar modal akan mendorong pula kemajuan ekonomi suatu negara.

2.4 Pengertian Saham
      Saham dapat didefinisikan tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Wujud saham adalah selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut.
      Saham yang dikeluarkan perusahaan merupakan bukti pembayaran pemegang saham kedalam perusahaan. Jumlah yang terakumulasi dalam perusahaan dinamakan dengan nama modal saham. Perwakilan kepemilikan seseorang didalam suatu perseroan terbatas tercermin dalam sedikit banyaknya lembar saham yang dimiliki. Semakin banyak lembar saham yang dimiliki akan semakin besar derajat kepemilikannya.

Berikut ini merupakan faktor – faktor yang mempengaruhi harga saham :
1. Faktor Internal (Lingkungan mikro) yaitu :
·      Pengumuman tentang pemasaran, produksi, penjualan seperti pengiklanan, rincian kontrak, perubahan harga, penarikan produk baru, laporan produksi, laporan keamanan produk, dan laporan penjualan.
·         Pengumuman pendanaan (financing announcements), seperti pengumuman yang berhubungan dengan ekuitas dan hutang.
·         Pengumuman badan direksi manajemen (management-board of director announcements) seperti perubahan dan pergantian direktur, manajemen, dan struktur organisasi.
·        Pengumuman pengambilalihan diversifikasi, seperti laporan merger, investasi ekuitas, laporan take over oleh pengakuisisian dan diakuisisi, laporan divestasi dan lainnya.
·         Pengumuman investasi (investment annuncements), seperti melakukan ekspansi pabrik, pengembangan riset dan, penutupan usaha lainnya..
·         Pengumuman ketenagakerjaan (labour announcements), seperti negoisasi baru, kontrak baru, pemogokan dan lainnya.
·         Pengumuman laporan keuangan perusahaan, seperti peramalan laba sebelum akhir tahun fiskal dan setelah akhir tahun fiskal, earning per share (EPS) dan dividen per share (DPS), price earning ratio, net profit margin, return on assets (ROA), dan lain-lain.
2. Faktor eksternal (Lingkungan makro)
·         Pengumuman dari pemerintah seperti perubahan suku bunga tabungan dan deposito, kurs valuta asing, inflasi, serta berbagai regulasi dan deregulasi ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah.
·         Pengumuman hukum (legal announcements), seperti tuntutan karyawan terhadap perusahaan atau terhadap manajernya dan tuntutan perusahaan terhadap manajernya.
·         Pengumuman industri sekuritas (securities announcements), seperti laporan pertemuan tahunan, insider trading, volume atau harga saham perdagangan, pembatasan/penundaaan trading.
·         Gejolak politik dalam negeri dan fluktuasi nilai tukar juga merupakan faktor yang berpengaruh signifikan pada terjadinya pergerakan harga saham di bursa efek suatu negara.
·         Berbagai isu baik dari dalam negeri dan luar negeri.

2.5 Jenis-Jenis Saham
      Saham dapat dibedakan menjadi dua kategori utama, yaitu :
   1. Saham Biasa (common stock)
       Saham Biasa adalah suatu sertifikat atau piagam yang memiliki fungsi sebagai bukti pemilikan suatu perusahaan dengan berbagai aspek-aspek penting bagi perusahaan. Pemilik saham akan mendapatkan hak untuk menerima sebagaian pendapatan tetap / deviden dari perusahaan serta kewajiban menanggung resiko kerugian yang diderita perusahaan. Saham biasa Mewakili klaim kepemilikan pada penghasilan dan aktiva yang dimiliki perusahaan.
       Saham Biasa Memiliki karakteristik Utama sebagai berikut:
a) Hak suara pemegang saham, dapat memillih dewan komisaris
b) Hak didahulukan, bila organisasi penerbit menerbitkan saham baru
c) Tanggung jawab terbatas, pada jumlah yang diberikan saja
2. Saham Preferen (Preferred Stock)
         Saham preferen adalah saham yang pemiliknya akan memiliki hak lebih dibanding hak pemilik saham biasa. Pemegang saham preferen akan mendapat dividen lebih dulu dan juga memiliki hak suara lebih dibanding pemegang saham biasa seperti hak suara dalam pemilihan direksi sehingga jajaran manajemen akan berusahan sekuat tenaga untuk membayar ketepatan pembayaran dividen preferen agar tidak lengser.
         Saham Preferen memiliki karakteristik sebagai berikut:
a) Memiliki berbagai tingkat, yang dapat diterbitkan dengan karakteristik  berbeda.
b) Tagihan terhadap aktiva dan pendapatan, memiliki prioritas lebih tinggi dari saham biasa dalam hal pembagian dividen
c) dividen kumulatif, bila belum dibayarkan dari periode sebelumnya maka dapat dibayarkan pada periode berjalan dan lebih dahulu dari saham biasa
d) Konvertibilitas, dapat ditukar menjadi saham biasa, bila kesepakatan antara pemegang saham dan organisasi penerbit terbentuk.
          Saham bila ditinjau dari kinerja perdagangan, saham dapat dikelompokkan menjadi 5 jenis :
          1) BlueChip Stocks
              Saham biasa dari suatu perusahaan yang memiliki reputasi tinggi, sebagai pemimpin (leader) dalam industri sejenismya, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen.
          2) Income Stocks
              Saham dari suatu emiten yang memiliki kemampuan membayar dividen lebih tinggi dari rata – rata dividen yang dibayarkan pada tahun sebelumnya. Saham seperti ini biasanya mampu menciptakan pendapatan yang lebih tinggi dan secara teratur membagikan dividen tunai dan tidak suka menekan laba serta tidak mementingkan potensi.

          3) Growth Stocks – terdiri dari well-known dan lesser-known
              (Well – Known) adalah Saham dari emiten yang memiliki pertumbuhan pendapatan yang tinggi, sebagai pemimpin di industri sejenis yang mempunyai reputasi tinggi.

(Lesser – Known) adalah Saham dari emiten yang tidak sebagai  pemimpin dalam industri, namun memiliki ciri growth stock
          4) Speculative Stock
Saham dari suatu perusahaan yang tidak bisa secara konsisten memperoleh penghasilan setiap tahunnya, namun memiliki kemungkinan penghasilan yang tinggi di masa mendatang, walaupun belum pasti.
          5) Counter Cyclical Stockss
              Saham yang tidak terlalu terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro maupun situasi bisnis secara umum. Pada saat resesi ekonomi, harga saham ini tetap tinggi, di mana emitennya mampu memberikan dividen yang tinggi sebagai akibat dari kemampuan emiten dalam memperoleh penghasilan yang tinggi pada masa resesi

2.6 Penulisan Terdahulu
        Dalam subab ini akan di uraikan tentang beberapa penelitian terdahulu, mengenai pengungkapan atas laporan tahunan. Dimana hasilnya menunjukkan belum konsisten. Wujud belum ada konsistensi itu masih memungkinkan pembuktian lebih lanjut lewat peneltian berikutnya. Berikut penelitian terdahulu:
           Dalam jurnal yang berjudul ANALISIS LIKUIDITAS SAHAM SERTA PENGARUHNYA
TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN YANG BERADA PADA INDEKS LQ45 DI BURSA EFEK INDONESIA oleh Deden Mulyana. Penelitian memiliki kesimpulan bahwa Likuiditas saham yang terjadi pada Indeks LQ 45 pada periode 2008 – 2009 mengalami kenaikan dan penurunan yang diakibatkan oleh kondisi perekonomian13 Indonesia maupun oleh kondisi politik dan keamanan yang baik secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi terjadinya perubahan Likuiditas saham dan Terdapat pengaruh yang signifikan antara likuiditas saham terhadap harga saham pada Indeks LQ45 di Bursa efek Indonesia periode tahun 2008 – 2009

         Berikutnya dalam jurnal yang berjudul "Influence of the Stock Prices on Insurers’ Managerial Decisions" oleh Yayuan Ren penelitian ini meneliti bagaimana Pengaruh Harga Saham pada Penanggung 'Manajerial Keputusan.

2.7 Kerangka Pemikiran
            Dari berbagai penelitian sebelumnya, dihasilkan peneltian yang belum konsisten. Oleh karena itu peneliti akan melakukan penelitian lanjutan dengan menggunakan variabel dari beberapa penelliatan sebelumnya untuk membuktikan apakah variabel berikut ini berpengaruh terhadap harga saham. Dalam penelitian ini, penulis mencoba menguji kembali beberapa variabel yaitu Net Profi Margin (NPM), Return On Equity (ROE), dan Return On Assets (ROA).



BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Objek Penelitian
PT. Kalbe Farma Tbk. merupakan perusahaan multinasional yang memproduksi farmasi, suplemen, nutrisi dan layanan kesehatan yang beralamat di Enseval Building Level 1-5, JL. Letjen Suprapto Kavling 4, Cempaka Putih, Jakarta, 10510 sedangkan fasilitas pabriknya berlokasi di kawasan industri delta silicon, Jl. M. H. Thamrin, Blok A3 – 1, Lippo Cikarang Jawa Barat, didirikan pada tanggal 10 september 1966 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1966.
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan KLBF meliputi, antara lain usaha dalam bidang farmasi, perdagangan dan perwakilan. Saat ini, KLBF terutama bergerak dalam bidang pengembangan, pembuatan dan perdagangan sediaan farmasi termasuk obat dan produk konsumsi kesehatan.
Pada tahun 1991, KLBF memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) KLBF kepada masyarakat sebanyak 10.000.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp7.800,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 30 Juli 1996

3.2 Data yang Digunakan
            Dalam penulisan ilmiah ini penulis menggunakan data laporan keuangan Triwulan PT. Kalbe Farma Tbk tahun 2008-2012. Data yang digunakan dari berbagai sumber yang berkaitan dengan perusahaan yang bersangkutan.

3.3 Metode Pengumpulan Data
            Untuk keperluan penelitian ini, kegiatan pengumpulan data yang dilakukan oleh penulis yaitu:
1.      Studi Lapangan (Field Research)
Data dan informasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah data skunder, dimana data tersebut diperoleh dari media internet.
2.      Studi Kepustakaan (library Research)
Data dan rumusan lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini bersumber dari beberapa buku paket untuk kuliah. Selain itu penulis juga mendapatkan beberapa sumber data yang berasal dari refrensi penelitian-penelitian sebelumnya.
3.      Web Searching
Yaitu usaha penulis untuk mengumpulkan artikel – artikel, jurnal, dokumen dan lain – lain yang ada hubungannya dengan materi penulisan ilmiah ini di internet.

3.4 Alat Analisis yang Digunakan
            Adapun analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalaha sebagai berikut : 
1.      Deskriptif
Menggunakan penjelasan dan penggunaan beberapa tabel untuk melengkapi dan mendukung data-data yang diperoleh.

2.      Kuantitatif
Analisis yang menggunakan perhitungan dengan rumus-rumus yang akan digunakan yaitu :
1)      Rario Profitabilitas yang terdiri dari :
a)      Net Profit Margin
Net Profit Margin (NPM)  = laba bersih setelah pajak/ penjualan

b)        Return On Equity
Return On Equity (ROE) = laba setelah pajak / Modal

c)        Return On Assets
Return On Assets (ROA) = laba bersih setelah pajak / Total aktiva

2)      Perhitungan kolerasi sederhana
    a. Digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan antara dua variabel dan untuk mengetahui arah hubungan yang terjadi



Dimana :
r        : Tingkat keeratan antara variabel (koefisien  korelasi)
y       : Variabel tidak bebas
x       : Variabel bebas
n       : Jumlah sampel

b.    Untuk melihat seberapa besar kontribusi dari masing – masing variabel bebas terhadap variabel tidak bebas maka digunakan Koefisien Penentu (KP) yang didapat dengan cara dari koefisien kemudian dikali 100%. atau  x 100%
c.    Hipotesis yang digunakan untuk mengetahui apakah nilai koefisien korelasi secara statistik memiliki hubungan yang signifikan atau tidak, adalah sebagai berikut :
1.    Ho = tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel x dan variabel y
Ha = ada hubungan yang signifikan antara variabel x dan y
2.    Menentukan tingkat kesalahan yang dapat di toleransi. Pada penelitian ini ditentukan tingkat kesalahn yang dapat di toleransi yaitu : 10% . Lalu tentukan nilai t /2 : df (n-2). karena penelitian ini di duga ada pengaruh signifikan antara variabel X terhadap Y atau sering disebut uji 2 arah dan memiliki sampel yang kurang dari 30 (n < 30) maka untuk itu penelitian ini juga menggunakan tabel distribusi t.
3.    Melakukan Uji statistik dimana rumus yang digunakan yaitu :

thitung = (r √(n-2)) / (√1-r2)

 


keterangan :
thitung      : Statistik student thitung
r            : Koefisien kerelasi
n           : Jumlah sampel penelitian
4.    Jika hasil dari thitung diantara –t /2 dan t /2 maka Ho akan diterima, dan jika hasil thitung diluar –t /2 dan /2 maka Ho akan ditolak .

3)      Analisis Regresi Linier Berganda
Secara umum model regresi linier berganda untuk populasi adalah sebagai berikut:
Y = β0 + β1X1 + β2X2 + β3X3 + ε
           

Keterangan :
β0                    =          Konstanta
β1 β2 β3          =          Koefisien regresi untuk variabel independen
Y                     =          Variabel dependen
X1                          =          Variabel independen1 (NPM)
X2                          =          Variabel independen2 (ROE)
X3                          =          Variabel independen3 (ROA)

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Kurnia.Pengujian Satu Arah dan Dua Arah.Bekasi jawa barat, 18 september 2010.  http://skripsimahasiswa.blogspot.com/2010/09/pengujian-satu-arah-dan-dua-arah.html
Atmaja, Lukas Setia, 2003, Manajemen Keuangan, Edisi Ketiga, Yogyakarta: C.V Andi Offset.
Bramantyo Djohanputro.Manajemen Keuangan Korporat.Jakarta:PT Mitra Kesjaya, 2008.
Handono Mardiyanto.Inti Sari Manajemen Keuangan.Jakarta:PT GramediaWidiasarana Indonesia, 2009.
Indra Bastian Suhardjono. Akuntansi Perbankan.Makasar: Salemba empat, januari 2006.
Iro Maruto.Uji Hipotesis Menggunakan Regresi Berganda, Uji F, Uji t, dan Adjusted R Square. http://dataolah.blogspot.com/2012/08/regresi-berganda-uji-f-uji-t-dan.html
Joni dan Lina. 2010. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal. Jurnal Bisnis dan Akuntansi. Vol. 12. No. 2. Hlm. 81-96. 27 Maret 2013
Priyatno, Dwi, 2009, 5 Jam Belajar Olah Data Dengan SPSS 17, Yogyakarta: BPFE.
Santoso, Singgih, 2012, Aplikasi SPSS Pada Statistik Parametik, Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
Sawidji Widoatmodjo.Cara Sehat Investasi di Pasar Modal.Jakarta:PT Elex Media   Komputindo, 2005
 

Kode Etik Profesi Akuntansi



Kode etik meupakan salah satu cara yang dilakukan oleh pemerintah atau perusahaan atau organisasi dalam meningkatkan kualitas kinerja atau keprofesionalan karyawan dalam bekerja. Begitu pun dalam profesi akuntansi, dalam hal ini Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) lah yang mengatur dan menerapkan kode etik bagi profesi akuntan. 
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) telah mengatur standar mutu terhadap pelaksanaan pekerjaan seorang akuntan guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap profesi akuntan.
IAI telah menetapkan kode etik profesi akuntan ke dalam tiga bagian, yaitu :
1.  Prinsip Etika
Prinsip etika memberikan kerangka dasar dalam mengatur pelaksanaan pemberian jasa profesional akuntansi.
2.  Aturan Etika
Aturan etika dalam profesi akuntansi ini disahkan oleh rapat anggota himpunan.
3.  Interpretasi Aturan Etika
Merupakan interpretasi yang dikeluarkan oleh badan sebagai panduan dalam penerapan aturan etika profesi akuntansi. 
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dalam menerapkan kode etik profesional akuntansi juga bertujuan untuk memenuhi tanggung jawabnya dengan standar profesionalisme tertinggi, mencapai tingkat tertinggi dalam kinerja yang berorientasi pada publik dengan syarat – syarat sebagai berikut :
  • Kredibilitas
  • Profesionalisme
  • Kualitas Jasa, dan 
  • Kepercayaan 
1. Kode Perilaku Profesional
Perilaku etika merupakan fondasi peradaban modern. Etika mengacu pada suatu sistem atau kode perilaku berdasarkan kewajiban moral yang menunjukkan bagaimana seorang individu harus berperilaku dalam masyarakat. Profesionalisme didefinisikan secara luas mengacu pada perilaku, tujuan dan kualitas yang membentuk karakter atau ciri suatu profesi atau orang-orang profesional. Seluruh profesi menyusun aturan atau kode perilaku yang mendefinisikan perilaku etika bagi anggota profesi tersebut.


2.   Prinsip-prinsip Etika : IFAC, AICPA,IAI
         Kode Etik AICPA terdiri atas dua bagian; bagian pertama berisi prinsip-prinsip Etika dan pada bagian kedua berisi Aturan Etika (rules) :
1)   Tanggung Jawab: Dalam menjalankan tanggung jawab sebagai seorang profesional,anggota harus menjalankan pertimbangan moral dan profesional secara sensitive.
2)   Kepentingan Publik: Anggota harus menerima kewajiban mereka untuk bertindak sedemikian rupa demi melayani kepentingan publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukan komitmen atas profesionalisme.
3)   Integritas: Untuk memelihara dan memperluas keyakinan publik, anggota harus melaksanakan semua tanggung jawab profesinal dengan ras integritas tertinggi.
4)   Objektivitas dan Independensi: Seorang anggota harus memelihara objektivitas dan bebas dari konflik kepentingan dalam menunaikan tanggung jawab profesional.Seorang anggota dalam praktik publik seharusnya menjaga independensi dalam faktadan penampilan saat memberikan jasa auditing dan atestasi lainnya
5)   Kehati-hatian (due care): Seorang anggota harus selalu mengikuti standar-standar etika dan teknis profesi terdorong untuk secara terus menerus mengembangkan kompetensi dan kualitas jasa, dan menunaikan tanggung jawab profesional sampai tingkat tertinggi kemampuan anggota yang bersangkutan
6)   Ruang Iingkup dan Sifat Jasa: Seorang anggota dalam praktik publik harus mengikuti prinsip-prinsip kode Perilaku Profesional dalam menetapkan ruang lingkup an sifat jasa yang diberikan

3. Aturan dan Interpretasi Etika
Interpretasi Aturan Etika merupakan interpretasi yang dikeluarkan oleh Badan yang dibentuk oleh Himpunan setelah memperhatikan tanggapan dari anggota, dan pihak-pihak berkepentingan lainnya, sebagai panduan dalam penerapan Aturan Etika, tanpa dimaksudkan untuk membatasi lingkup dan penerapannya. Pernyataan Etika Profesi yang berlaku saat ini dapat dipakai sebagai Interpretasi dan atau Aturan Etika sampai dikeluarkannya aturan dan interpretasi baru untuk menggantikannya.
Kepatuhan
Kepatuhan terhadap Kode Etik, seperti juga dengan semua standar dalam masyarakat terbuka, tergantung terutama sekali pada pemahaman dan tindakan sukarela anggota. Di samping itu, kepatuhan anggota juga ditentukan oleh adanya pemaksaan oleh sesama anggota dan oleh opini publik, dan pada akhirnya oleh adanya mekanisme pemrosesan pelanggaran Kode Etik oleh organisasi, apabila diperlukan, terhadap anggota yang tidak menaatinya.
Jika perlu, anggota juga harus memperhatikan standar etik yang ditetapkan oleh badan pemerintahan yang mengatur bisnis klien atau menggunakan laporannya untuk mengevaluasi kepatuhan klien terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Nama : Jhon Philip Sinulingga
NPM  : 23210754
Kelas : 4EB10

Sumber : 

 


Kamis, 09 Januari 2014

PERILAKU ETIKA DALAM PROFESI AKUNTANSI

Akuntansi sebagai Profesi dan Peran Akuntan
 
Akuntan merupakan suatu profesi yang bisa disamakan dengan bidang pekerjaan lain, misalnya hukum atau teknik. Akuntan adalah orang yang memiliki keahlian dalam bidang akuntansi. Di Indonesia, akuntan tergabung dalam satu wadah bernama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

Profesi akuntan dapat dibedakan sebagai berikut:
a. Akuntan Intern. Adalah orang yang bekerja pada suatu perusahaan dan bertanggung jawab terhadap laporan keuangan. Akuntan intern bertugas menyusun sistem akuntansi, menyusun laporan keuangan, menyusun anggaran, menangani masalah perpajakan, serta memeriksa laporan keuangan.
b. Akuntan Publik. Adalah orang yang bekerja secara independen dengan memberikan jasa akuntansi bagi perusahaan atau organisasi nonbisnis. Jasa yang ditawarkan berupa pemeriksaan laporan keuangan sehingga sesuai dengan standar akuntansi keuangan. Jasa lainnya berupa konsultasi perpajakan dan penyusunan laporan keuangan.
c. Akuntan Pemerintah. Merupakan orang yang bekerja pada lembaga pemerintahan. Akuntan ini bertugas memeriksa keuangan dan mengadakan perencanaan sistem akuntansi. Misalnya Badan Pengawas Keuangan (BPK), dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
d. Akuntan Pendidik. Merupakan orang yang bertugas mengembangkan dan mengajarkan akuntansi. Misalnya dosen dan guru mata pelajaran akuntansi.


Etika profesi akuntan
Etika merupakan persoalan penting dalam profesi akuntan. Etika tidak bisa dilepaskan dari peran akuntan dalam memberikan informasi bagi pengambilan keputusan. Pada prinsip etika profesi dalam kode etik Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menyatakan tentang pengakuan profesi akan tanggung jawabnya kepada publik, pemakai jasa akuntan, dan rekan. 

Prinsip etika profesi akuntan dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Memiliki pertimbangan moral dan profesional dalam tugasnya sebagai bentuk tanggung jawab profesi.
b. Memberikan pelayanan dan menghormati kepercayaan publik.
c. Memiliki integritas tinggi dalam memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik.
d. Menjunjung sikap obyektif dan bebas dari kepentingan pihak tertentu.
e. Melaksanakan tugas dengan kehati-hatian sesuai kompetensi dalam memberikan jasa kepada klien.
f. Menjaga kerahasiaan informasi dan tidak mengungkapkan informasi tanpa persetujuan.
g. Menjaga reputasi dan menjauhi tindakan yang mendiskreditkan profesinya.

Ekspektasi Publik

Masyarakat umumnya mempersepsikan akuntan sebagai orang yang profesional dibidang akuntansi. Ini berarti bahwa mereka mempunyai sesuatu kepandaian yang lebih dibidang ini dibandingkan dengan orang awam.
Selain itu masyarakat pun berharap bahwa para akuntan mematuhi standar dan tata nilai yang berlaku dilingkungan profesi akuntan, sehingga masyarakat dapat mengandalkan kepercayaannya terhadap pekerjaan yang diberikan. Dengan demikian unsur kepercayaan memegang peranan yang sangat penting dalam hubungan antara akuntan dan pihak-pihak yang berkepentingan.

Nilai-nilai Etika vs Teknik Akuntansi/Auditing

Sebagain besar akuntan dan kebanyakan bukan akuntan memegan pendapat bahwa penguasaan akuntansi dan atau teknik audit merupakan sejata utama proses akuntansi. Tetapi beberapa skandal keuangan disebabkan oleh kesalahan dalam penilaian tentang kegunaan teknik atau yang layak atau penyimpangan yang terkait dengan hal itu. Beberapa kesalahan dalam penilaian berasal dari salah mengartikan permasalahan dikarenakan kerumitannya, sementara yang lain dikarenakan oleh kurangnnya perhatian terhadap nilai etik kejujuran, integritas, objektivitas, perhatian, rahasia dan komitmen terhadap mendahulukan kepentingan orang lain dari pada kepentingan diri sendiri.
Teknik akuntansi (akuntansi technique) adalah aturan aturan khusus yang diturunkan dari prinsip prinsip akuntan yang menerangkan transaksi transaksi dan kejadian kejadian tertentu yang dihadapi oleh entitas akuntansi tersebut.

Perilaku Etika dalam Pemberian Jasa Akuntan publik

Setiap profesi yang menyediakan jasanya kepada masyarakat memerlukan kepercayaan dari masyarakat yang dilayaninya. Kepercayaan masyarakat terhadap mutu jasa akuntan publik akan menjadi lebih tinggi, jika profesi tersebut menerapkan standar mutu tinggi terhadap pelaksanaan pekerjaan profesional yang dilakukan oleh anggota profesinya. Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik merupakan etika profesional bagi akuntan yang berpraktik sebagai akuntan publik Indonesia. Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik bersumber dari Prinsip Etika yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Dalam konggresnya tahun 1973, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) untuk pertama kalinya menetapkan kode etik bagi profesi akuntan.
Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia terdiri dari tiga bagian:
1.      Prinsip Etika.
2.      Aturan Etika.
3.      Interpretasi Aturan Etika.
Prinsip Etika memberikan kerangka dasar bagi Aturan Etika, yang mengatur pelaksanaan pemberian jasa profesional oleh anggota. Prinsip Etika disahkan oleh Kongres dan berlaku bagi seluruh anggota, sedangkan Aturan Etika disahkan oleh Rapat Anggota Himpunan dan hanya mengikat anggota Himpunan yang bersangkutan.
Profesi akuntan publik menghasilkan berbagai jasa bagi masyarakat, yaitu jasa assurance, jasa atestasi, dan jasa nonassurance. Jasa assurance adalah jasa profesional independen yang meningkatkan mutu informasi bagi pengambil keputusan. Jasa atestasi terdiri dari audit, pemeriksaan (examination), review, dan prosedur yang disepakati (agreed upon procedure).
Profesi akuntan publik bertanggung jawab untuk menaikkan tingkat keandalan laporan keuangan perusahaan-perusahaan, sehingga masyarakat keuangan memperoleh informasi keuangan yang andal sebagai dasar untuk memutuskan alokasi sumber-sumber ekonomi.
Nama : Jhon Philip Sinulingga 
NPM  : 23210754
Kelas : 4EB10
sumber : 

ETHICHAL GOVERNANCE

Pada tugas ketiga ini, Etika Profesi Akuntansi akan menjelaskan Pokok Bahasan mengenai: Ethical Governance. Untuk pokok bahasan ini kan diuraikan dengan sub pokok bahasan yang terdiri dari:
      a.    Governance System
      b.    Budaya Etika
      c.    Mengembangkan struktur Etika Korporasi
      d.    Kode Perilaku Korporasi (Corporate Code of Conduct)
      e.    Evaluasi terhadap Kode Perilaku Korporasi
Berikut ini adalah tugas ketiga dari Etika Profesi Akuntansi:
      A.   Governance System
Governance System merupakan suatu tata kekuasaan yang terdapat di dalam perusahaan yang terdiri dari 4 (empat) unsur yang tidak dapat terpisahkan, yaitu :
1.     Commitment on Governance
Commitment on Governance adalah komitmen untuk menjalankan perusahaan yang dalam hal ini adalah dalam bidang perbankan berdasarkan prinsip kehati-hatian berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku.
2.    Governance Structure
Governance Structure adalah struktur kekuasaan berikut persyaratan pejabat yang ada di bank sesuai dengan yang dipersyaratkan oleh peraturan perundangan yang berlaku.
3.    Governance Mechanism
Governance Mechanism adalah pengaturan mengenai tugas, wewenang dan tanggung jawab unit dan pejabat bank dalam menjalankan bisnis dan operasional perbankan.
4.    Governance Outcomes
Governance Outcomes adalah hasil dari pelaksanaan baik dari aspek hasil kinerja maupun cara-cara/praktek-praktek yang digunakan untuk mencapai hasil kinerja tersebut.
      B.   Budaya Etika
Hubungan antara CEO dengan perusahaan merupakan dasar budaya etika. Jika perusahaan harus etis, maka manajemen puncak harus etis dalam semua tindakan dan kata-katanya. Manajemen puncak memimpin dengan memberi contoh. Perilaku ini adalah budaya etika.
Tugas manajemen puncak adalah memastikan bahwa konsep etikanya menyebar di seluruh organisasi, melalui semua tingkatan dan menyentuh seluruh karyawan.
Para eksekutif mencapai penerapan ini melalui suatu metode tiga lapis, yaitu :
1. Corporate credo : pernyataan ringkas mengenai nilai-nilai yang ditegakkan perusahaan.
2.   Program etika : suatu sistem yang terdiri dari berbagai aktivitas yang dirancang untuk mengarahkan pegawai dalam melaksanakan corporate credo.
3.    Kode etik perusahaan 
.
      C.   Mengembangkan Struktur Etika Korporasi
Struktur etika korporasi yang dimiliki perusahaan sebaiknya disesuaikan dengan kepribadian perusahaan tersebut. Selain itu perlu adanya pengembangan serta evaluasi yang dilakukan perusahaan secara rutin. Pengembangan struktur etika korporasi ini berguna dalam mencapai tujuan perusahaan yang lebih baik dan sesuai dengan norma yang ada.
Selain itu, membangun entitas korporasi dan menetapkan sasarannya. Pada saat itulah perlu prinsip-prinsip moral etika ke dalam kegiatan bisnis secara keseluruhan diterapkan, baik dalam entitas korporasi, menetapkan sasaran bisnis, membangun jaringan dengan para pihak yang berkepentingan (stakeholders) maupun dalam proses pengembangan diri para pelaku bisnis sendiri. Penerapan ini diharapkan etika dapat menjadi “hati nurani” dalam proses bisnis sehingga diperoleh suatu kegiatan bisnis yang beretika dan mempunyai hati, tidak hanya mencari untung belaka, tetapi juga peduli terhadap lingkungan hidup, masyarakat, dan para pihak yang berkepentingan (stakeholders).
      D.   Kode Perilaku Korporasi (Corporate Code of Conduct)
Code of Conduct adalah pedoman internal perusahaan yang berisikan Sistem Nilai, Etika Bisnis, Etika Kerja, Komitmen, serta penegakan terhadap peraturan-peraturan perusahaan bagi individu dalam menjalankan bisnis, dan aktivitas lainnya serta berinteraksi dengan stakeholders.
Pengelolaan perusahaan tidak dapat dilepaskan dari aturan-aturan main yang selalu harus diterima dalam pergaulan sosial, baik aturan hukum maupun aturan moral atau etika. Code of Conduct merupakan pedoman bagi seluruh pelaku bisnis dalam bersikap dan berperilaku untuk melaksanakan tugas sehari-hari dalam berinteraksi dengan rekan sekerja, mitra usaha dan pihak-pihak lainnya yang berkepentingan.
Pembentukan citra yang baik terkait erat dengan perilaku perusahaan dalam berinteraksi atau berhubungan dengan para stakeholder. Perilaku perusahaan secara nyata tercermin pada perilaku pelaku bisnisnya. Dalam mengatur perilaku inilah, perusahaan perlu menyatakan secara tertulis nilai-nilai etika yang menjadi kebijakan dan standar perilaku yang diharapkan atau bahkan diwajibkan bagi setiap pelaku bisnisnya. Pernyataan dan pengkomunukasian nilai-nilai tersebut dituangkan dalam code of conduct.
      E.   Evaluasi terhadap Kode Perilaku Korporasi
Evaluasi terhadap kode perilaku korporasi dapat dilakukan dengan melakukan evaluasi tahap awal (Diagnostic Assessment) dan penyusunan pedoman-pedoman. Pedoman Good Corporate Governance disusun dengan bimbingan dari Tim BPKP dan telah diresmikan pada tanggal 30 Mei 2005. Evaluasi sebaiknya dilakukan secara rutin sehingga perusahaan selalu berada dalam pedoman dan melakukan koreksi apabila diketahui terdapat kesalahan.
Sekian penjelasan tentang Ethical Governance yang saya kutip dari beberapa sumber. Semoga menambah pengetahuan pembaca dalam materi tugas ketiga dari Etika Profesi Akuntansi ini.
 
sumber :